Pada Hari Guru Nasional yang dilakukan pada tanggal 25 November 2021, terdapat sebuah seminar dengan judul ‘Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan’ digelar. Nadiem Makarim yang merupakan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi ini menyampaikan rasa terima kasih mereka yang sebesar-besarnya kepada para guru di Indonesia.

Ia sangat menghargai para guru yang kurang paham dengan teknologi, namun tetap berusaha untuk menyampaikan materi kepada anak didiknya dengan baik. Tak lupa Nadiem Makariem memberikan rasa terima kasihnya kepada para guru honorer yang tidak pernah putus asa dalam membuka mata hati Kemendikbudrisek.

Dalam seminar tersebut, Nadiem Makarim mendatangkan tiga orang guru yang teramat inspiratif. Mereka adalah Sukardi Malik, Khoiry Nuria Widyaningrum, dan Ria Wilastri.

Sukardi Malik merupakan seorang guru honorer yang berasal dari Lombok Tengah. Ia baru saja lolos seleksi dan berhasil untuk mendapatkan formasi PPPK dan menjadi satu dari 173 ribu guru yang mengikuti seleksi ini di ronde pertama.

Lalu ada Khoiry Nuria Widyaningrum, ia adalah guru penggerak yang berasal dari Yogyakarta. Setelah itu ada Ria Wilastri yang merupakan kepada sekolah Penggerak dari SMAN 01 Sembawa, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan.

Sukardi menyampaikan kisahnya, ia merupakan guru honorer sejak tahun 1996. Selama 25 tahun itu ia sudah banyak mengajari murid-muridnya untuk menjadi sosok yang berhasil dan juga sukes. Ia mendapati murid-muridnya ada yang menjadi polisi, kepala sekolah, dan ada juga muridnya yang kini menjadi seorang pejabat.

Pernah suatu ketika ia bertemu dengan muridnya yang menjadi seorang polisi. Ia kala itu menggunakan helm yang sudah tidak layak serta tidak memiliki SIM. Ketika itu ia ditegur oleh seorang polisi yang ternyata pernah menjadi muridnya.

Yang berkesan, muridnya itu membelikan Sukardi helm baru. Meski demikian, ia mengaku tetap ditilang karena tidak memiliki SIM. Saat datang ke Polsek, ternyata ia bertemu dengan dua murid lainnya yang juga pernah menjadi muridnya.

Awalnya muridnya itu memberikan Sukardi sejumlah uang tunai, tapi Sukardi menolaknya.Muridnya itu bersikeras kalau uang yang mereka berikan itu tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan jasa Sukardi yang telah membantu mereka menjadi polisi seperti saat ini.

Sukardi pun tidak lupa mengucapkan rasa syukurnya karena sudah lolos PPPK. Perjuangannya selama ini pun terasa seperti telah membuahkan hasil. Selain itu ia juga mengungkapkan kepada para guru honorer lainnya, kalau jangan patah semangat dan selalu terus mencoba. Jangan sampai putus asa, karena ada banyak kesempatan yang datang nantinya.

Nah, itulah sedikit kisah dari seorang guru bernama Sukardi yang sudah mengabdi untuk bangsa selama 25 tahun lamanya tanpa mengeluh dan menyerah untuk melakukannya.